Jumat, 07 September 2012

Pura Nyarikan

Bali adalah tanah seribu pura. Pura di Bali ada dan dibuat oleh para leluhur dan dipelihara oleh keturunannya. Salah satu jenis pura yaitu pura Nyarikan. Pura nyarikan biasanya ada pada setiap desa. Pura ini biasanya dibangun bersama oleh beberapa penduduk dalam satu desa.

Penerus dalam pemeliharaannya diwajibkan memaksan, ngayah, dan medana punia demi kelangsungan pura tersebut. Memaksan diartikan menyetor iuran pokok pada saat sebelum hari raya seperti galungan dan kuningan. Jumlah setoran bervariasi disetiap desa. Pada pura nyarikan Lembeng jumlah setoran sekitar Rp.5.000 sampai Rp.10.000.

Pura Nyarikan Lembeng pada saat ini di usung oleh 35 orang termasuk Bapak saya. Jika ada rainan(upacara) besar, para pengusung berjumlah 35 orang tersebut diwajibkan medana punia dengan pokok Rp. 500.000/pengusung. Karena upacara umat bali cukup besar, dana tersebut dinilai belum cukup. Maka biasanya sumbangan lain didatangkan dari Desa dan beberapa pengusung yang memiliki finansial yang diatas rata-rata. Sumbangan/dana punia tambahan dari pengusung bisa mencapai Rp.500.000 hingga Rp. 3.000.000 Pada saat upacara besar juga dibutuhkan tenaga dan waktu dari para pengusung untuk melaksanakan upacara sampai menyelesaikannya.

Mengapa pengusung hanya 35 orang? sedangkan penduduk desa jauh lebih dari itu? Ini adalah suatu pertanyaan yang masih belum saya temukan. Ada beberapa penjelasan seperti pura Nyarikan disini sebagai pengganti "Kawitan" bagi masyarakat yang belum mengetahui kawitannya. Keadaan yang dialami keluarga saya dulu yang tidak mengetahui asal usulnya. Keluarga kumpi(Wanita) saya sudah ngayah di Pura Nyarikan. Karena Kakek Buyut saya masih belum mengetahui asalnya(kawitan), maka keluarga saya ngayah ke Nyarikan. Mungkin seperti keluarga besar saya seiring jalannya waktu, orang-orang lain sudah mulai menemukan kawitan juga dan mulai mepamit dari pura Nyarikan.

Kenapa mepamit? waktu, tenaga, dan materi adalah jawabannya. Mengusung sebuah pura saja sebuah keluarga harus mengeluarkan waktu dan tenaga jika ada kegiatan gotong royong atau upacara berikut materi yang dikeluarkan untuk mendanai kegiatan tersebut. Apalagi jika pura yang diusung lebih dari satu. Keadaan ini dipastikan menjadi faktor utama mepamitnya para pengusung.