Jumat, 07 September 2012

MELAGA

Bali adalah pulau yang penuh dengan sosialitas yang sangat kental. Adat istiadatnya yang bercampur dengan agama Hindu sudah menjadi kesatuan. Salah satu contohnya adalah kegiatan upacara di pura yang membutuhkan kegotong royongan seluruh masyarakat desa(tedun desa). Walaupun gotong royong memang penting, namun Bali dan Hindu selalu flexibel.

Beberapa masyarakat yang berkegiatan dan tinggal di luar desa yang jelas sangat sulit mengikuti kegiatan gotong royong masih tetap diakui keberadaannya dengan beberapa syarat. Dalam desa pekraman Lembeng-Ketewel-Gianyar atau desa2 lain bisa disebut MELAGA. Melaga berarti segala kegiatan desa, dibayarkan dengan sejumlah uang sebagai pengganti kewajiban hadir dalam gotong royong. Besar uang bervariasi pada setiap desa. Pada desa Lembeng besar uang untuk Melaga adalah Rp. 150.000/6 bulan sekali.

Walaupun sudah membayar, masyarat yang melaga diharapkan tetap hadir jika memang benar2 dibutuhkan sekali oleh desa dan ada juga beberapa kegiatan yang diharapkan hadir seperti melayat orang yang meninggal sebagai penghormatan terakhir.