Ada sepenggal kalimat yang bisa membuatku cengar-cengir yaitu kalimat yang bisa ditulis d wall facebook teman “menengoklah k belakang sebentar saja kawan!!!”. Kalimat ini memiliki cerita. Kalimat ini seperti menyadarkan temannya yang sudah meninggalkannya untuk kembali menghampirinya walau sebentar.
Suatu hubungan pertemanan yang lebih daripada teman yang bisa disebut persahabatan biasa kita bayangkan seperti jalan bersama, memiliki visi yang sama, saling tolong menolong, senang sedih bersama, saling memotivasi, dan banyak kegiatan lain. Banyak definisi yang bisa menggambarkan bagaimana itu persahabatan.
Menuruku, persahabatan tidak jauh berbeda dengan cinta. Persahabatan atau cinta bukanlah suatu ikatan dimana beberapa pihak harus membubuhkan tanda tangan diatas kertas putih bertuliskan pasal-pasal persahabatan dengan matrai Rp6.000 tertempel diatasnya. Dan persahabatan juga bukanlah sebuah komitmen yang mengharuskan beberapa pihak yang terikat persahabatan harus menyelesaikan misi-misi tertentu walau masalah, kerugian waktu, kerugian materi, dan kerugian2 lain sudah menghinggapinya dan semakin rumit.
Daya tarik dan Ikatan emosional adalah sesuatu yang dapat membentuk dan memecah persahabatan. Simplenya adalah “perasaan”. Bukan semata-mata karena seorang teman itu kaya, loyal, tampan, cantik, keahlian, atau pintar persahabatan itu bisa terbentuk. Seiring jalannya waktu maka diperlukan “keseimbangan” dan “kedewasaan” untuk selalu mempertahankan “perasaan”.
Kenapa persahabatan bisa berhenti? Sebenarnya hal ini sangat sederhana. Tidak adanya keseimbangan dan kedewasaan membuat hilangnya perasaan daya tarik dan ikatan emosional akan terpecah menjadi “emosi” yang meluncur cepat keatas langit tanpa menggunakan logika yang benar(baca: tidak dewasa). Keseimbangan yang dimaksud adalah sekali lagi bukan kaya, loyal, tampan, cantik, keahlian, atau pintar (baca: materil, fisik, intelegen). Faktor2 tersebut hanya pelengkap persahabatan saja. Materil bisa dicari, fisik bisa dibentuk, intelegen bisa dipelajari. Hal yang dimaksud adalah “waktu” dan “tahu”. Tahu dengan keadaan teman dan memberikan waktu untuk menunjukan kepedulian. Oke kita buat lebih simple
1. Saling mengunjungi rumah
2. Saling menghadiri acara atau pencapaian tertentu
3. Saling memberikan kejutan
4. Saling menghubungi untuk menjaga silahturahmi
Yang paling mencolok adalah kata “saling” yang berarti “keseimbangan”. Jika sudah ada ke”saling”an energi positif akan terbentuk. Sangat mungkin dengan energi positif tertentu teman dan anda sendiri bisa mencapai sesuatu hal yang positif juga. Nah pada saat itu kita “tahu” harus merayakannya bersama-sama. Walau tidak ada yang harus dirayakan, seharusnya kita tetap “dewasa” untuk selalu mengerti(tahu) pentingnya silahturahmi.
